May 06, 2012

Muhammad PBUH : The Last Messenger



Assalamualaikum...
Macam kenal je tajuk tu kan? Hmmmm2.. 
sebab memang ada movie dan animasi pasal Nabi kita ni.
"Nabi Muhammad penutup segala risalah dan nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya."

Let's see what awaits us in this entry.





سمــــــــــم الله الرحمن الرحيم

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab: 40)

Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat

وَلَكِنْ رَسُولَ اللهِ

“Tetapi dia adalah Rasulullah.”

Jumhur ahli qira`ah membaca لَكِنْ dengan takhfif tanpa tasydid, dan me-nashab-kan رَسُولَ sebagai khabar كَانَ yang di-taqdir-kan. Atau di-’athaf-kan kepada أَبَا أَحَدٍ. Sedangkan Abu ‘Amr dalam sebuah riwayat membaca dengan tasydid لَكِنَّ dan me-nashab-kan رَسُولَ sebagai isim-nya, sedangkan khabar-nya terhapus (mahdzuf). (Tafsir Fathul Qadir, Asy-Syaukani rahimahullahu).

وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

“Dan penutup nabi-nabi.”

Ada dua bacaan dalam membaca lafadz ini:

Pertama: خَاتِمَ dengan huruf ta` yang di-kasrah, dan ini bacaan mayoritas qurra`. Menurut bacaan ini, maknanya adalah penutup para nabi.

Kedua: خَاتَمَ dengan huruf ta` yang di-fathah, dan ini qira`ah yang dinukilkan dari Al-Hasan rahimahullahu dan qira`ah ‘Ashim rahimahullahu. Menurut bacaan ini, maknanya adalah akhir para nabi. (Lihat Tafsir Ath-Thabari) 

Penjelasan Makna Ayat

Ath-Thabari rahimahullahu mengatakan tatkala menjelaskan makna ayat ini: “Wahai manusia, Muhammad bukanlah bapak Zaid bin Haritsah. Bukan pula bapak dari salah seorang di antara kalian, yang tidak dilahirkan oleh Muhammad, sehingga diharamkan atasnya untuk menikahi istri Zaid setelah berpisah dengannya. Namun beliau adalah Rasul Allah dan penutup para nabi, yang menutup pintu kenabian dan mengakhirinya, sehingga tidak lagi terbuka bagi siapapun setelahnya hingga hari kiamat. Dan Allah Maha Mengetahui segala amalan dan ucapan kalian serta yang lainnya. Allah Maha berilmu, tidak ada yang tersamarkan atasnya sesuatu apapun.” (Tafsir Ath-Thabari) 

Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah Penutup Para Nabi

Ibnu Katsir rahimahullahu: “Ayat ini merupakan nash bahwa tidak ada Nabi setelah beliau. Jika tidak ada nabi setelah beliau, maka lebih utama dan lebih patut untuk tidak ada rasul setelahnya. Sebab kedudukan rasul lebih khusus dari kedudukan nabi, sebab setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya. Tentang hal ini telah datang hadits-hadits yang mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sekelompok sahabat g.“ (Tafsir Ibnu Katsir)

Di antara hadits yang menjelaskan bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rasul adalah:

1. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ قَصْرٍ أُحْسِنَ بُنْيَانُهُ وَتُرِكَ مِنْهُ مَوْضِعُ لَبِنَةٍ فَطَافَ بِهِ نُظَّارٌ فَتَعَجَّبُوا مِنْ حُسْنِ بُنْيَانِهِ إِِلَّا مَوْضِعَ تِلْكَ اللَّبِنَةِ لاَ يَعِيبُونَ غَيْرَهَا فَكُنْتُ أَنَا مَوْضِعَ تِلْكَ اللَّبِنَةِ خُتِمَ بِيَ الرُّسُلُ

“Permisalanku dan permisalan para nabi adalah seperti sebuah istana yang bangunannya indah dan ditinggalkan satu tempat batu bata. Maka orang-orang pun berkeliling melihatnya, lalu mereka kagum terhadap keindahan bangunannya kecuali tempat batu bata tersebut. Mereka tidak mencela selain itu. Maka aku adalah tempat batu bata tersebut, telah ditutup para rasul dengan diutusnya aku.” (HR. Ibnu Hibban no. 6406 dengan sanad yang shahih. Juga diriwayatkan dari hadits Ubai bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan oleh Ahmad, 5/136, At-Tirmidzi: 3613, Adh-Dhiya` Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah: 1191)

2. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدِ انْقَطَعَتْ فَلَا رَسُولَ بَعْدِي وَلَا نَبِيَّ

“Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, maka tidak ada Rasul setelahku dan tidak pula nabi.” (HR. At-Tirmidzi no. 2272, Ahmad, 3/267, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi)

3. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فُضِّلْتُ عَلىَ الْأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ؛ أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا، وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً، وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّونَ

“Aku lebih diutamakan atas para nabi dengan enam perkara: (1) aku diberi jawami’ul kalim (kalimat ringkas namun mengandung faedah yang banyak), (2) aku ditolong dengan rasa takut musuh (dari jarak perjalanan sebulan), (3) dihalalkan bagiku harta rampasan perang, (4) dijadikan bumi ini bagiku sebagai alat bersuci dan tempat shalat, (5) aku diutus kepada seluruh makhluk, (6) dan telah ditutup para nabi dengan diutusnya aku.” (HR. Muslim no. 523)

4. Juga berdasarkan hadits Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يُمْحَى بِيَ الْكُفْرُ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى عَقِبِي وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ

“Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (yang menghapus) yang kekafiran dihapuskan melalui (perantaraan) aku, aku adalah Al-Hasyir yang mana manusia dikumpulkan (setelah tegaknya hari kiamat) setelah diutusnya aku, dan aku adalah al-‘aqib (penutup) yang tidak ada nabi setelahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 3339 dan Muslim no. 2354)

Nash-nash ini menunjukkan bahwa siapa saja yang mengaku sebagai nabi setelah diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dipastikan bahwa dia adalah seorang pendusta dan dajjal yang menyesatkan umat ini. Walaupun dia berusaha menipu umat dengan mendatangkan keluarbiasaan, seperti terbang di udara atau berjalan di atas air. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ

“Tidak tegak hari kiamat hingga dimunculkan para dajjal dan pendusta yang berjumlah kurang lebih tiga puluh yang seluruhnya mengaku bahwa dia adalah utusan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 3413, Muslim no. 2923)

Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullahu berkata: “Setiap pengakuan kenabian setelah beliau adalah penyimpangan dan mengikuti hawa nafsu.”



Definisi Nabi Terakhir mengandung unsur-unsur yang harus diimani, yaitu:

1. (ناَسِخُ الرِّسَالَةِ) Menghapus Risalah sebelumnya

Risalah sebelumnya adalah semua kitab dan hukum yang pernah diturunkan oleh Allah swt. kepada para nabi dan dikabarkan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an maupun di dalam As-Sunnah yang shahih, yaitu Shuhuf (lembaran) yang diturunkan kepada Ibrahim a.s. [lihat QS. Al-A’laa (87): 14-19 dan An-Najm (53): 36-42], Shuhuf yang diturunkan kepada Musa a.s. [lihat QS. Al-A’laa (87): 14-19 dan An-Najm (53): 36-42], Taurat yang diturunkan kepada Musa a.s. (lihat QS. Al-Baqarah (2): 53, Ali Imran (3): 3, Al-Maidah (5): 44, dan Al-An’am (6): 91], Zabur yang diturunkan kepada Daud a.s. [lihat QS. An-Nisa’ (4): 164, Al-Kahfi (18): 55, dan Al-Anbiya’ (21): 105], dan Injil yang diturunkan kepada Isa a.s. [lihat QS. Ali Imran (3): 3 dan Al-Mai’dah (5): 46].

Semua kitab-kitab tersebut hukumnya telah di-nasakh (dihapuskan) oleh Al-Qur’an, kecuali beberapa hukum dan kisah. Dan semua yang belum di-nasakh tersebut disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an ataupun Al-Hadits

2. (مُصَدِّقُ اْلأَنْبِيَاءِ) Membenarkan Para Nabi Sebelumnya

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).” [QS. Al-Baqarah (2): 101]

Membenarkan para nabi sebelumnya, maksudnya bahwa Islam melalui kitabnya, yaitu Al-Qur’an, membenarkan keberadaan para nabi yang ada sebelum Nabi Muhammad saw. dan meyakini bahwa Allah swt. menurunkan kitab-kitab kepada para nabi tersebut. Kita pun membenarkan seluruh berita yang ada dalam semua Kitab-kitab tersebut adalah dari Allah swt., selain yang telah diselewengkan dan diubah oleh para ahli kitab; serta mengerjakan semua hukumnya kalau ada yang belum di-nasakh (dihapuskan) oleh Al-Qur’an.

Katakanlah: “Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. [QS. Al-Baqarah (2): 97]

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” [QS. Al-Maidah (5): 48]

3. (مُكَمِّلُ الرِّسَالَةِ) Penyempurna Risalah Sebelumnya

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” [QS. Al-Maidah (5): 3]

Bahwa Islam adalah agama terakhir, maka nabinya pun adalah nabi penutup, sehingga kitabnya, yaitu Al-Qur’an ini, diturunkan oleh Allah swt. untuk menyempurnakan semua risalah sebelumnya. Oleh karena semua risalah sebelum Nabi Muhammad saw. tersebut telah mengalami perubahan dan penyimpangan dari masa ke masa yang dilakukan oleh generasi setelahnya. Berbagai penyimpangan itu diantaranya: mengubah arti dari lafazh (kata-kata) yang ada [lihat QS. Ali Imran (3): 75, 181, 182; An-Nisa’ (4): 160-161; Al-Maidah (5): 64], mengubah atau menambah baik kata, kisah, maupun hukum [lihat QS. Al-Baqarah (2): 79, Ali Imran (3): 79-80; Al-Maidah(5):116-117], menyembunyikan dan menghilangkan berita-berita tentang Nabi Muhammad saw. dan kebenaran lainnya [lihat QS. Al-Baqarah (2): 89-90, 109, 146; Ali Imran (3): 71-72; Ash-Shaff (61): 6].

4. (كاَفَّةٌ لِلنَّاسِ) Berlaku untuk Semua Manusia

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” [QS. Saba’ (34): 28]

Perbedaan syariat Nabi Muhammad saw. dibandingkan para nabi sebelumnya adalah bahwa syariat beliau berlaku untuk seluruh ummat manusia sampai akhir zaman. Hal ini berbeda dengan syariat para nabi yang lainnya yang hanya terbatas untuk umatnya saja.

Hal ini mengandung dua pelajaran bagi kita, yaitu: Pertama, mengetahui hikmah Allah swt. dalam penetapan hukum bagi setiap umat, sehingga Allah swt. selalu menetapkan hukum yang sesuai bagi setiap umat. Kedua, oleh sebab itu hal ini meyakinkan kita bahwa Islam merupakan syari’at yang paling sempurna, paling lengkap, dan paling baik karena merupakan penutup dan penyempurna dari risalah semua nabi dan rasul.

5. (رَحْمَةٌ لِلْعاَلمَِيْنَ) Menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [QS. Al-Anbiya’ (21): 107]

Hal lain yang juga memperkuat kebenaran risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. adalah dampak dari dakwahnya. Dakwahnya yang telah dapat mengubah sebuah peradaban yang terbelakang, buta aksara, dan kejam, menjadi memimpin dan menguasai peradaban dunia serta mengisinya dengan gabungan antara ketinggian ilmu pengetahuan dan akhlak yang belum dapat ditandingi oleh peradaban modern saat ini sekalipun. Di antara hasil karya besar Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat bagi alam semesta ini adalah sebagai berikut.

1. Memusnahkan segala jenis syirik, baik yang besar (menyembah berhala, sihir, ramal, dan sebagainya) maupun kecil (sumpah bukan dengan nama Allah, riya’, dan sebagainya); dan menggantinya dengan keimanan yang total kepada Allah swt.

2. Memusnahkan segala adat tradisi jahiliyyah yang menyimpang, seperti membuka aurat, ber-khalwat dengan lawan jenis, campur baur lelaki dan wanita (ikhtilath), dan sebagainya; dan menggantinya dengan akhlak yang mulia dan tuntunan moral yang luhur.

3. Menegakkan sebuah sistem kehidupan yang seluruhnya berdiri di atas tauhid, baik ekonomi, politik, sosial, kemasyarakatan, seni, olahraga, dan lain-lain.

4. Melakukan sebuah revolusi total terhadap hati sanubari, pemikiran, dan peraturan hidup umat manusia.

5. Mempersatukan semua ras, semua suku, semua golongan manusia di bawah sebuah sistem yang berlandaskan tauhid, berhukumkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan bertujuankan kebaikan dunia dan akhirat

Ketika kita beriman kepada Nabi Muhammad saw., maka kita akan mengetahui bahwa risalah beliau adalah risalah yang paling lengkap dan paling sempurna yang pernah diturunkan oleh Sang Pencipta kepada hamba-Nya. Akidah semua nabi adalah satu, yakni tauhid, tetapi syariah mereka berbeda-beda. Karena Nabi Muhammad saw. adalah nabi penutup, maka risalahnya adalah risalah yang terakhir dan syariatnya akan berlaku hingga akhir zaman. Tiada agama yang diridhai di sisi Allah swt. kecuali Islam, dan tidak ada nabi yang membawa syariat lain setelah Nabi Muhammad saw.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا.

“Dan Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki di antara kalian, tetapi ia adalah Rasul Allah dan Nabi yang terakhir; dan adalah Allah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.” [QS. Al-Ahzab (33): 40]

nukilan dari blog : suryadhie.wordpress.com

Has: memang dari satu buku nie pasal Nabi Muhamad dalam scripture lain pun ada. Just that diorang menunggu insan yg suda lama tiba di dunia ini. Ada yang tak dapat menerima kenyataan tentang itu.
Even I've had this one conversation with this good friend of mine, a good christian he said, our religion is not that much different from yours. Tapi boleh nmpak la yang he has doubt and still searching, klo ade member2 mcm nie try la tolong jelaskan. Dan tolong doakan hidayah. Masalah? Kristian adalah yg paling dekat dngn Islam, so, terangkan pasal persamaan dulu, then baru kaji perbezaan. (Brother from comparative religion)
Fin.

Gud Luck Final.

February 04, 2012

One!


One is a word.
One is a number.
One is a syllable.

Sometimes a symbol.

So dear friends,
What is one?

***

Of course you would think of the one I'd mention above.
And here;

"Don't try to be one"
"Are you the one?"
"Dear one,"
"One's trash is another treasure"

Familiar, don't you think?

There's others too,
But let's omit them first.

In addition to that,
We can also add other word to "one".
As one support the meaning.
like-

Everyone
Anyone
Someone
ect.

'one' can also be a jargon to
Selfishness,
also to teamwork,
"All for one, one for all".


Sometimes in romance,
or finding the partner in marriage;
People often use:
"You are the one"

Your opinion?
What does one means to you?

***

As one brings many meaning,
many faces,
One great advice;
Just try to be the one we really are.
The one who we really are.
Why acts?



Has: hahahaha xD sorry2, post kali nie agak byk yg tersirat ckit.
fham2 sendirilah ye~ xnk pnjng2 kn post. KISS
(keep it simple silly!)

And if you notice, how many word 'one' I use in this post?
18. (count.... lazy ppl)

January 25, 2012

Scientists investigate water memory




New research from the Aerospace Institute of the University of Stuttgart in Germany supports the theory that water has a memory—a claim that could change our whole way of looking at the world.



Does water have memory? Can it retain an “imprint” of energies to which it has been exposed? This theory was first proposed by the late French immunologist Dr. Jacques Benveniste, in a controversial article published in 1988 in Nature, as a way of explaining how homeopathy works. Benveniste’s theory has continued to be championed by some and disputed by others. The video clip above, from the Oasis HD Channel, shows some fascinating recent experiments with water “memory” from the Aerospace Institute of the University of Stuttgart in Germany. The results with the different types of flowers immersed in water are particularly evocative.



If Benveniste is right, just think what that might mean. More than 70 percent of our planet is covered in water. The human body is made of 60 percent water; the brain, 70 percent; the lungs, nearly 90 percent.  Our energies might be traveling out of our brains and bodies and into those of other living beings of all kinds through imprints on this magical substance. The oceans and rivers and rains might be transporting all manner of information throughout the world.


I like to believe that the good doctor was correct–if for no other reason, because the phrase “the memory of water” makes my heart leap up and spin.

By Diana Rico
Video clip © Oasis HD Channel and embedded from YouTube.com. 

About Diana Rico
 The ancients lived in deep knowledge of the sacredness of water. Today, those of us who dwell in the so-called developed world have lost that sense, though many indigenous sisters and brothers living in traditional ways still hold it. On my blog "Holy Waters" (holywaters.wordpress.com), I explore the sacredness of water—and, by extension, of all things numinous—through my own writing and through the work of invited guest artists in all media. My hope is to make readers shimmer with delight and help them plunge their own holy depths. | Diana Rico (dianarico.com) is an internationally published journalist, curator, critically acclaimed author, and award-winning documentary producer-writer specializing in the arts and spiritual/social issues.

Source : odewire via Michelle Branch twitter
December 8, 2011, 11:09 am

Has: Hmmm~ quite funny how it goes by. Water. Just look how some water can change
it's molecular form just by music, and Holy scripture from Al Quran.
Say Alhamdulillah
We are living and able to know.

January 14, 2012

Meaning of Roses


"Oh the roses are so lovely– thank you so much, dear. So why did you give me fifteen stalks?" the girl asks. "Huh? Hmm– well just thought the bouquet look nice with fifteen." Ha you just got yourself shoot!
The meaning of roses: the color of roses; the number of roses each has got their meaning. Do you know that 11 roses represent "You are my treasured one; the one I love most in my life" whereas 15 roses represent "I am truly sorry, please forgive me"? Now isn't that a total twist of the meaning for the roses you gave? What had meant to be a message of love has just turned into a message of apology; implying you was guilty of something?
Before you try to impress that someone with that bouquet of roses, make sure you know the meaning behind it, the meaning of roses; what the number of roses represent.

Shop For Rose Flowers
Meaning of Color of Roses:
RedSincere Love & Respect, Courage & Passion
Send red roses to convey the message of your passionate love for that someone; saying "I love you"
PinkGrace and Gentility, the rose of sweet thoughts.
Send deep pink roses to show your appreciation & gratitude; saying "Thank you" Send light pink roses to convey admiration and sympathy
YellowIn the Victorian times, yellow roses meant jealousy. But today, they signify friendship, joy, gladness and freedom, the promise of a new beginning.
Send yellow roses to brighten up someone's day; to congratulate your friends and loved ones during Joyous occasions.
WhiteSpiritual love & Purity, the rose of confession, the bridal rose; "You are heavenly", "I am worthy of you"
Commonly used as traditional bridal bouquet during weddings to symbolize a happy love. You can nevertheless use them to convey the message of "You are heavenly, I miss you"
LavenderLove at first sight and enchantment
Send lavender roses of course, to convey the message of your "love at first sight" with that special someone. You can nevertheless also send them if you would like to make a special impression.
OrangePassionate desire, pure enthusiasm and fascination
An excellent choice for a new relationship that you wish to pursue further. It can nevertheless also be referring to a new business partnership.
Meaning of Number of Roses:
1 RoseLove at the first sight; you are the one
2 RosesMutual love between both, deeply in love with one another
3 RosesI love you
6 RosesI wanna be yours
7 RosesI'm infatuated with you
9 RosesAn Eternal love, together as long as we live
10 RosesYou are perfect
11 RosesYou are my treasured one; the one I love most in my life
12 RosesBe my steady
13 RosesSecret Admirer
15 RosesI am truly sorry, please forgive me
20 RosesBelieve me, I am sincere towards you
21 RosesI am devoted to you
24 RosesCan't stop thinking about you, 24 hours everyday
33 RosesSaying "I love you" with great affection
36 RosesI will remember our romantic moments
40 RosesMy love for you is genuine
50 RosesRegretless love, this is
99 RosesI will love you for as long as I live
100 RosesHarmoniously together in a century; remaining devoted as couple till ripe-old age
101 RosesYou are my one and only love
108 RosesPlease marry me!
365 RosesCan't stop thinking about you, each and everyday
999 RosesEverlasting and Eternal love
Now that you know the true meaning of roses, you won't go wrong.
"Do you know why I gave you a bouquet of 11 red roses, my dearest dear? Cause you are my treasured one, the one I love most in my life" Hmm–? Don't you think the girl will be more impressed with you?
Whatever the occasion, there is always a rose color or combination that will express your feelings. Isn't it more meaningful that you chose the color that conveys a specific message for that special someone? The recipient might not truly understand the meaning behind the roses sent but well, there's always the accompanying card? Along with the roses, your message will be delivered.
So why not send some roses to your loved ones today? It might not seem much of an effort on your side but think about it, wouldn't they be thrilled and surprised to receive a bouquet of roses say, in the middle of a boring day at work?

January 10, 2012

Written By Guys


I found this and felt like sharing it.

Source: 9gag

January 04, 2012

What does my 20 mean?

Assalamualaikum, Hi, Hello, Hola, Hiya, Yo. xD

Yeah like I said, I'm becoming a real 20. 
What does 20 means to me?

No more teen in my name.
Lesser breath I have.

More responsibilities.
More regrets.

In our teen,
Teen is after number something..
which is us.
The main cast.

becoming 20 means,

Have to start with twenty--something from now on.
something is where I am.
twenty is your other responsibilities,

maybe work,

family
or maybe (wife) lol
and lastly
yourselves.

To put something before us.

Entering
Real world.
"big n as sphere as it can be"

No more wonderland.
No more fairy tale.

Do you agree?


***

I disagree.

This world has been created by Allah
with 'rezeki' that is enough for everyone :D

Happiness.

Much more experiences we can find.
More kindness we can give.
More love we can receive. 
More magical wonders we can imagine.

"A great person happiness did not end at their teenager
as it grows with the good seed we plant"



***

Still

20 is the first step of everyone debut
in the real world.

How significant we are.

Like the source of a ripple
creating a wave

and bigger wave.


Again

"You are what do you think you are"

"You will be what do you think you will be"

but 
the most important thing is

"What do you want"
and 
"What do you want to do"


-Our Choice, Our Life-


*FIN*

January 01, 2012

7 faktor menyebabkan wanita menolak cinta lelaki

tips menolak cinta
Apabila sesuatu cinta ditolak terutamanya daripada wanita yang kita sudah lama memendam perasaan adalah satu perkara yang menyakitkan. Mungkin wanita tersebut mempunyai alasan mereka yang tersendiri. Antara faktor yang menyebabkan wanita menolak cinta lelaki adalah……..
(1) Anda tidak mempunyai aset- Mungkin bukan keseluruhan wanita yang memandang kebendaan tetapi boleh dikatakan sebahagian besar daripadanya lebih mementingkan aset seseorang lelaki itu berbanding perkara lain. Faktor ini menyebabkan mereka akan menolak cinta anda.
(2) Mereka sudah berpunya- Memang tidak dapat dinafikan bahawa wanita sememangnya adalah lebih setia berbanding lelaki. Sekiranya mereka seorang wanita yang baik dan amat menghargai pasangan yang mereka miliki sekarang, sudah pasti mereka akan menolak cinta anda.
(3) Mereka adalah playgirl- Sememangnya matlamat seorang wanita yang playgirl adalah sentiasa untuk mendapatkan perhatian daripada lelaki. Mereka hanya mendekatkan diri kepada anda hanya untuk tujuan lain (terutamanya mengenai kewangan) dan bukan untuk bercinta. Sekiranya mereka menerima cinta ada sekalipun, ia hanyalah merupakan satu permainan.
(4) Tindakan anda yang salah- Sekiranya pada awal perkenalan telah bermacam-macam perkara yang anda mahukan atau sebagainya, ia sememangnya satu tindakan yang salah. Wanita akan menolak cinta lelaki yang mempunyai sikap sebegini. Anda seharusnya lebih tenang dan tidak terlalu gelojoh.
(5) Masa yang tidak tepat- Mungkin ketika anda berusaha untuk memikat seseorang wanita dan terdapat lelaki lain yang turut melakukan perkara yang sama. Ini akan mewujudkan persaingan. Adalah lebih buruk sekiranya anda mungkin mengambil tindakan yang agak lewat dan akan menyebabkan mereka mungkin akan menolak cinta anda.
(6) Sejarah hitam- Mungkin seseorang wanita itu mempunyai sejarah hitam ketika bersama lelaki lain dan menyukarkan mereka untuk menerima cinta anda. Adalah lebih buruk sekiranya mereka berasa trauma untuk bercinta sekali lagi.
(7) Anda tidak menarik perhatian mereka- Seseorang wanita sememangnya akan lebih mudah tertarik terhadap perwatakan, tingkahlaku atau sikap anda yang tersendiri. Sekiranya mereka menolak cinta anda, mungkin kerana anda tidak berjaya untuk
Kesimpulan, sekiranya cinta anda ditolak, jangan berlengah untuk mencari cinta baru……
Has: laman web kte top5 reason. tp sni ade 7. LOL no offense.
I have this problem. JK.